Tips Mengatur Waktu Agar Tetap Produktif dan Enjoyable

Oleh : Eliza F.

Menjadi mahasiswa tentunya banyak dihadapkan dengan berbagai tanggungjawab yang kerap kali membuat kita merasa memiliki waktu yang sedikit dan merasa kesulitan dalam memaksimalkannya untuk menyelesaikan semua aktivitas. Tak jarang juga kita memiliki sedikit waktu untuk personal life karena kesibukan tersebut. Untuk itu, dibutuhkan kemampuan manajemen waktu yang baik agar kehidupan akademik dan pribadi dapat berjalan seimbang.

Di kesempatan ini, warga ON berbagi mengenai tips-tips bagaimana mengatur waktu yang baik untuk menjaga produktifitas dan study-life balance. 

Markica! Mari kita baca…

  1. Daily to-do list/planner

Membuat daftar kegiatan ini sangat berguna agar kita tidak melewatkan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan. Tips dari warga ON mungkin bisa dimulai dengan mengumpulkan semua informasi terlebih dahulu seperti pengumuman seminar atau kelas di email, meeting dengan professor, atau jadwal medical checkup dalam satu tempat, misalnya dalam sebuah notebook, dan checklist semua informasi yang sudah dibaca. Kemudian kita bisa mapping beserta jam berapa kegiatan tersebut akan dilakukan sehingga lebih efisien. Kita bisa menggunakan sebuah buku planner atau Google Calendar yang lebih mudah diakses dan sudah ada notifikasinya.

A screenshot of a computer

Description automatically generated
  1. Buat skala prioritas

Banyaknya kegiatan yang harus diselesaikan, baik akademik ataupun non-akademik, tak jarang membuat kita kebingungan. Oleh karena itu, menyambung tips yang pertama, hal yang tidak boleh dilewatkan menurut warga ON adalah menentukan prioritas yang mana seharusnya dilakukan terlebih dahulu. Kita bisa mengelompokkan kegiatan-kegiatan ke dalam kelompok (1) penting, mendesak; (2) penting, tidak mendesak; (3) tidak penting, mendesak; dan (4) tidak penting, tidak mendesak. Setelah menentukan skala prioritas masing-masing kegiatan, selanjutnya kita bisa mengalokasikan waktu yang lebih lama untuk pekerjaan yang penting dan tidak dikerjakan di antara pekerjaan-pekerjaan lainnya. Hal ini guna menjaga fokus agar tidak terdistraksi. Untuk pekerjaan yang kurang mendesak dan tidak membutuhkan konsentrasi tinggi, kita bisa plotting bersama dengan kegiatan lain.

  1. Buat deadline/target 

Sebagai dorongan untuk menyelesaikan pekerjaan secara efisien, beberapa dari warga ON juga gemar membuat deadline atau target dalam durasi tertentu. Misalnya, saat mempersiapkan presentasi untuk kegiatan journal club/ journal seminar, 3 jam dalam satu hari bisa digunakan untuk mempersiapkan slide introduction dan metode, di hari berikutnya dengan durasi yang sama atau lebih untuk slide hasil dan pembahasan, dilanjutkan dengan kesimpulan dan opini.

  1. Meminimalkan distraksi

Ada banyak sekali gangguan yang dapat mempengaruhi fokus aktivitas belajar kita, dan distraksi ini bisa datang dari mana saja. Oleh karena itu, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mengenali apa yang paling distraktif bagi kita. Sebagai contoh, jika media sosial seperti Instagram sering membuat kita lupa waktu, yang tadinya hanya sekedar hiburan sekejap tapi seringnya kebabalasan, kita perlu mengatur pengingat atau alarm, misalnya 30 menit hingga 1 jam saja per hari. Dengan adanya pengingat ini, bisa membantu kita untuk tidak menghabiskan waktu terlalu lama mengakses Instagram dan langsung kembali melanjutkan aktivitas yang lebih bermanfaat setelah mencapai batas durasi harian.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi mood yang sedang tidak baik-baik saja juga dapat membuat banyak pekerjaan terbengkalai jika tidak dikontrol. Mungkin ada momen dimana “salah banyak” dari kita mendapat komentar sensei yang kurang ramah di hati terhadap riset atau presentasi, atau mungkin hasil eksperimen yang kurang sesuai dengan ekspektasi. Sangat manusiawi memiliki berbagai macam perasaan, dan mengekspresikan adalah suatu bentuk penerimaan terhadap perasaan tersebut. Tetapi, ada hal tak kalah penting, yaitu mengontrol. Kita perlu membangun batasan kapan dan berapa lama kita harus mengeksresikan dan kapan harus move on. Jangan biarkan perasaan itu menguasai kita dan menghambat produktifitas kita saat itu.

  1. Jangan lupa istirahat! Jangan meninggalkan hobi!

Aktivitas belajar, penelitian, meeting, seminar, dan tugas-tugas kelas tentunya sangat menguras tenaga dan pikiran. Untuk itu kita butuh break state dengan mengganti fokus, mengingat tubuh dan otak kita punya kapasitas yang tidak bisa melebihi durasi tertentu. Tidak hanya all out di kegiatan akademik, tapi kita juga harus mengembalikan 100% energi yang sudah dihabiskan seharian ketika memang waktunya untuk istirahat. Saat sudah di rumah atau akhir pekan, mengoptimalkan me-time seperti membaca buku, Netflix time, memasak, shopping, piknik, dan jalan-jalan, atau family time, bagi warga ON yang sudah berkeluarga, akan melatih 

A book and a computer on a table

Description automatically generatedA computer with a cartoon on the screen

Description automatically generatedA shopping cart full of food

Description automatically generatedA table with food on it

Description automatically generatedA person standing in a river with a phone in his hand

Description automatically generatedFunny face with solid fill with solid fill
Me-time berhadiah insightUpin-ipin tidak pernah gagal membawa kembali masa kecil dan menjadi obat penatThe power of groceries juga tidak kalah powerfulnya untuk recoverLupakan segala bentuk tekanan, mari kita makan!Main pistol air boleh juga..

kita untuk lebih mindful dan being present. Hal ini juga akan membuat kita recharged, dan ketika “baterai” sudah terisi penuh, maka kita akan lebih siap dan semangat untuk kegiatan selanjutnya.

Itulah serangkaian singkat cerita dari warga ON dalam mengupayakan study-life balance. Sebanyak apapun aktivitas di kampus dan target yang sedang diusahakan, jangan lupakan hak tubuh dan otak kita yaa..

Semoga tips-tips ini bermanfaat..

(kepada Mbak Mercy, Mbak Enik, Aulia, Kak Pipit, Mbak Intan, dan Kak Abi, saya mengucapkan banyak terimakasih sudah berkenan berbagi mewakili warga ON)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *